SMA IKIP II Yogyakarta

SMA IKIP II Yogyakarta
Dahulu SMA N II IKIP Yogyakarta

Penghitung

Website counter

Rabu, 01 Juni 2011

Plengkung

Keraton Yogyakarta
Telp
(0274) :
Ja
m buka :
Tiket :











Merupakan pintu gerbang (plengkung) sebagai bagian benteng yang mengelilingi Keraton Yogyakarta. Berdasarkan sejarah, Keraton Yogyakarta mempunyai lima buah plengkung :

Plengkung Tarunasura, disebelah timur Alun-alun Utara sekarang dikenal dengan nama ‘Plengkung Wijilan’.

Plengkung Madyasura, disebelah Timur, namun 23 Juni 1812 plengkung ini ditutup untuk menghindari serbuan musuh.

Plengkung Nirbaya, disebelah Selatan Alun-alun Selatan sekarang dikenal dengan nama ‘Plengkung Gading’.

Plengkung Jagabaya, disebelah Barat sekarang dikenal dengan nama Plengkung Taman Sari.

Plengkung Jagasura, disebelah Barat Alun-alun Utara .

Sampai dengan saat ini yang masih terlihat keasliannya hanya Plengkung Wijilan dan Plengkung Gading, sedangkan ketiga Plengkung lainnya saat ini diganti dengan Gapura Gerbang Biasa.

Kandang Menjangan

Krapyak, Panggungharjo, Sewon - Bantul
Telp (0274)
Jam buka :

Tiket :


Kandang Menjangan adalah bangunan yang terletak di sebelah selatan Keraton Yogyakarta kurang lebih 2 Km, bangunan ini masih dalam satu rangkaian dengan Keraton. Bangunan ini pada masanya digunakan sebagai tempat berburu raja. Luas bangunan ini sekitar 17m x 15 m dengan ketinggian 10m, dengan tembok tebal terdiri dari dua lantai dengan masing-masing sisi terdapat satu pintu dan dua jendela.

Tugu

Perempatan Jalan AM Sangaji – S\Jalan Jenderal Sudirman – Jalan P Mangkubumi – Jalan P Diponegoro
Telp
(0274)
Jam buka :

Tiket :

Bangunan ini mirip tonggak yang menjulang ke atas dibangun sekitar tahun 1757 setahun setelah berdirinya Keraton Yogyakarta memiliki makna semangat perlawanan kepada penjajah. Pada awal dibangunnya, bangunan tugu lebih tinggi dari yang sekarang sering disebut juga ‘Tugu Dolog-Gilig’ Golog tergambar dari puncaknya berbentuk golong (bulat) dan giling tergambar dari tiangnya berbentuk gilig (silinder).

Tugu ini merupakan tempat favorit untuk berfoto bagi banyak wisatawan dan kawula muda. Sudah mengalami banyak perbaikan terutama setelah gempa 10 Juni 1867 yang mengakibatkan runtuhnya tugu. Pada saat renovasi 1889 oleh Belanda, bangunannya dibuat persegi dengan bagian puncaknya tidak lagi bulat tetapi berbentuk kerucut yang runcing serta ketinggiannya dikurangi hanya setinggi 15m saat ini ketinggiannyapun sudah jauh berkurang.











Pesanggrahan Ambarbinangun

Kalipakis, Tirtonirmolo, Kasihan - Bantul
Telp (0274)

Jam buka :

Tiket :

Pesanggrahan Ambarbinangun dibangun pada masa HB VI antara 1828 – 1855 M, pengerjaannya dilaksanakan oleh Wenschang seorang pengusaha Belanda. Pesanggrahan ini merupakan komplek peristirahatan keluarga Keraton Yogyakarta. Tempat ini sekarang digunakan sebagai balai pemuda, tae kwon do, perkemahan, dll.

Komplek pesanggrahan merupakan lingkungan yang menarik karena gaya arsitekturnya, komposisi ruang, lahan dan fungsinya.

Pesanggrahan Ambarbinangun pada awalnya terdiri dari tiga halaman/bagian :

Di pesanggrahan ini dihalaman terluar dari komplek berupa paga tembok, bekas rumah pekathik (pencari rumput) dan gedhogan (kandang kuda) kemudian ada sumber air (sumur), Kolam, Gedong Pacaosan, Bangsal Dahar, Bangsal Panggung, Gedong Papak dll. Bangunan inti pesanggrahan ini adalah Dalem Ageng berbentuk atap limasan berukuran 20 x 13 m.

Makam Raja-raja Imogiri

Ginirejo, Pajimatan, Imogiri - Bantul
Tel
p (0274)
Jam b
uka :
Tik
et :

Merupakan komplek makam bagi raja-raja Mataram dan keluarganya, didirikan oleh Sultan Agung sekitar 1632 – 1640 M. Raja Mataram yang pertama dimakamkan adalah Sultan Agung Hanyokrokusumo, saat ini yang dimakamkan disini adalah Raja Kasultanan Yogyakarta dan Surakarta.





Komplek makam Imogiri terdiri dari beberapa bangunan yaitu :

* Masjid * Kelir Regol Sri Manganti I

* Gapura * Kelir Regol Sri Manganti II

* Regol Sri Manganti I * Padasan

* Regol Sri Manganti II * Nisan

* Gapura Papak * Kolam

* Kelir


Abdi dalem






















Makam Kotagede

Kotagede, Yogyakarta
Telp
(0274)
Jam bu
ka : Senin, Kamis, Jumat, Minggu : 08.00 – 16.00
Tike
t :

Merupakan makam para pendiri Kerajaan Mataram Islam yang dikelilingi tembok tinggi dan kokoh. Yang dimakamkan disini antara lain Sultan Hadiwijaya, Ki Gede Pemanahan, Panembahan Senopati dan keluarganya. Di areal makan, pengunjung dilarang membawa membawa kamera/memotret dan memakai perhiasan emas.

Disekitar komplek pemakaman banyak peninggalan sejarah meliputi : ‘Watu Gatheng/Cantheng/Watu Gilang’ yang dipercaya sebagai permainan Raden Rangga, Masjid Besar Mataram, Parit Pertahanan, Reruntuhan Tembok Beteng, Rumah-rumah kuno, dll.